Jumat, 02 Desember 2011

Aku Tidak Marah, Hanya Kecewa

Bagaimana mungkin ku bisa membaca sesuatu,
bila mata itu kini tengah memandang ke tempat lain.

Bila kau sedih, bagaimana bisa bibirmu melengkung senyum untukku?
Bila kau benci, bagaimana bisa kau sapa aku dengan namaku?

Bagaimana bisa kutebak isi hatimu bila yang ku tatap hanya punggungmu?

Berbaliklah..
Beritahu aku pasang surutmu, agar ku tahu apa yang bisa kulakukan untukmu.
Ceritakan aku suka dukamu, agar kutahu apa yang bisa kuberikan padamu.
Berbaliklah..
Ah, tidak hanya itu, tapi bicaralah..
Agar kutahu apa yang bisa kubagi denganmu.

Aku masih ada, jangan berbuat seolah aku sudah tak ada.
Jika menurutmu lukaku adalah lukamu juga, begitu juga sebaliknya bukan?

Bukankah engkaupun tahu..
Sahabat tak sesederhana mengingat sejumlah raut dan nama.



*bahkan ubi pun butuh air butuh tanah untuk tetap bertahan hidup, kan?

__10 November 2011

Tidak ada komentar: